Jumat, 24 Februari 2017

Kenapa Sih Bangsawan Disebut Darah Biru? Ternyata Alasannya..

Kamu mungkin sering mendengar istilah darah biru, yang ditujukan untuk orang-orang kelas atas atau bangsawan. Namun dari mana asal istilah tersebut? Apakah bangsawan tersebut memang memiliki darah warna biru dibandingkan orang biasa yang memiliki darah berwarna merah?

Ternyata bukan itu alasan bangsawan di sebut "Darah Biru" sejerah mengenai sebutan darah biru itu sendiri memeliki 2 versi yang berbeda

Yang pertama istilah darah biru berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Sangre Azul. Zaman dulu, bangsa Spanyol merupakan keturunan dari bangsa Visigoth (suku asal Jerman). Istilah sangre azul merujuk pada keluarga kerajaan Spanyol dan para bangsawan. Hal ini dikarenakan fisik mereka. Kulit yang dimiliki oleh bangsawan Spanyol keturunan Visigoth itu dikatakan sangat putih, sehingga pembuluh darah yang berada di bawah kulitnya jelas terlihat. Pembuluh darah sendiri yang tampak pada tubuh biasanya berwarna biru.

Warna kulit bangsawan yang putih itu jelas berbeda dibandingkan dengan masyarakat kelas bawah yang kebanyakan memiliki kulit lebih hitam. Warna kulit yang lebih gelap membuat pembuluh darah pada masyarakat kelas bawah seperti petani yang lebih sering bekerja di bawah sinar matahari menjadi kurang jelas terlihat. Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.

Sementara versi kedua mengatakan bahwa darah biru merupakan julukan dari kaum tertindas terhadap orang-orang kaya. Pada zaman dulu (Jawa Dwipa), mayoritas orang yang sudah kaya dan mapan akan memiliki karakter congkak dan memperlakukan kaum di bawahnya (Sudra) dengan sewenang-wenang. Karena merasa tidak nyaman, ada seorang filsuf yang memiliki pengetahuan anatomi tubuh manusia. Setiap manusia memiliki darah, yang berwarna merah dan biru. Darah merah merupakan darah yang memiliki kandungan oksigen dan darah biru merupakan darah yang kadar oksigennya rendah.

Kaum Sudra sebagai kaum tertindas merasa muak, dengan perilaku kaum bangsawan yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Untuk menghina dan mencemooh kaum bangsawan tersebut, kaum Sudra (yang dipelopori filsuf) mempopulerkan julukan darah biru, yang berarti bahwa kandungan oksigen dalam aliran darah mereka rendah. Dalam hal ini, mereka memiliki kebiasaan hedonis dan sangat pemalas. Kerja mereka cuma memaki rakyat jelata, mereka jarang bergerak karena mereka telah terlena dengan kemewahan.

Begitulah awal mula istilah darah biru. Versi mana yang bakal Sahabat percayai sebagai sejarah awal mula istilah darah biru?

Kenapa Sih Bulan Februari Cuma 28 Hari? Ternyata Alasannya..

Jumlah hari dalam satu bulan seperti yang kamu tahu ada beragam. Ada yang 30 hari, ada juga yang 31 hari. Namun, di antara bulan-bulan dalam satu tahun, hanya bulan Februari saja yang berjumlah 28 hari, dan terkadang 29 hari jika tahun kabisat. Kenapa hal ini bisa terjadi? Berikut ini sejarahnya..

Dikutip dari www.sainsindonesia.co.id dan berbagai sumber lainnya, Kisah tentang jumlah hari dalam bulan Februari rupanya berasal dari zaman Romawi, dan kalender yang saat ini kita gunakan secara tidak langsung didasarkan pada kalender Romawi Kuno.

Menurut cerita, raja pertama Roma, yaitu Romulus, menyusun kalender bulan yang terdiri dari 10 bulan, diawali pada ekuinoks musim semi di bulan Maret dan berakhir pada bulan Desember, sehingga Oktober merupakan bulan ke-8 dan Desember merupakan bulan ke-10. Jumlah hari dalam 1 tahun menurut kalender Romawi awal ini adalah 304 hari. Sebenarnya kalender Romawi terdiri dari 12 bulan, tetapi 2 bulan terakhir tidak diberi nama karena 2 bulan sesudah bulan Desember merupakan musim yang amat dingin, sehingga tidak memberikan kepentingan dalam urusan panen.

Raja kedua dari Roma, yaitu Numa Pompilius, membuat kalender yang lebih akurat yang didasarkan pada pergerakan bulan. Satu tahun kalender berjumlah 354 hari. Numa menambahkan dua buah bulan, yaitu Januari dan Februari setelah Desember, untuk menjelaskan perpanjangan hari kalender yang ada. Numa juga menambahkan satu hari untuk bulan Januari, sehingga jumlah hari dalam satu tahun menjadi 355 hari. Bulan Februari tetap berjumlah 28 hari, dan sialnya, bagi Roma ritual pemurnian dan penghormatan bagi orang mati dilakukan pada bulan Februari (berasal dari kata februare yang berarti “untuk memurnikan”).
 
Kalender Romawi ini ternyata masih memiliki kekurangan dalam jumlah hari terkait kesesuaian dengan musim. Banyak upaya dilakukan untuk menyelaraskan kalender dengan musim tapi semua gagal.

Sekitar tahun 45 SM, Kaisar Romawi yang sangat terkenal, Julius Caesar, menugaskan seorang ahli untuk membuat kalender yang berdasarkan gerak Matahari, seperti kalender Mesir, untuk menggantikan kalender Romawi. Caesar menambahkan 10 hari dan satu hari ekstra di bulan Februari setiap 4 tahun. Sekarang, satu tahun rata-rata berjumlah 365,25 hari, dan ternyata sangat dekat dengan jumlah hari rata-rata secara aktual, yaitu 365,2425 hari.

Kalender Julius Caesar terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari 31 atau 30, sehingga jumlah hari dalam satu tahun adalah 365 atau 366 hari. Caesar kemudian menginginkan namanya diabadikan dalam kalender tersebut, dengan menjadikan bulan ketujuh sesuai namanya yaitu Juli, dan sisa bulan lainnya diurutkan hingga akhir. Pada saat itu, bulan ketujuh sebenarnya hanya memiliki 30 hari, tapi oleh Caesar bulan tersebut dijadikan salah satu bulan dengan jumlah hari terbanyak, yaitu 31 hari. Akibat keputusan ini, maka harus ada 1 bulan lain yang jumlah harinya dikurangi. Entah mengapa, yang dipilih adalah bulan Februari. Satu hari dalam bulan Februari ditambahkan ke bulan Juli, sehingga bulan Februari hanya berjumlah 29 hari.

Setelah anak angkat Julius Caesar, yaitu Augustus, menjadi kaisar Roma, ia juga ingin memiliki satu bulan dengan jumlah hari yang panjang, yaitu 31 hari, dan ia memilih bulan setelah bulan Juli. Bulan tersebut dinamai Agustus. Lagi, satu hari pada bulan Februari diambil untuk membuat bulan Agustus berjumlah 31 hari. Karena itulah Februari hanya memiliki 28 hari, kecuali pada tahun-tahun kelipatan 4 mendapat tambahan 1 hari.

Kalender Julian masih memiliki kekurangan, yaitu adanya pergeseran tahun tropis 1 hari setiap 128 tahun. Hal ini menyebabkan penentuan ekuinoks musim semi menjadi tidak akurat. Solusi untuk mengatasi kesalahan ini adalah dengan menggantikan kalender Julian dengan kalender Gregorian pada tahun 1582, yang mengubah aturan penentuan tahun kabisat pada tahun-tahun kelipatan 100. Kalender Gregorian kemudian diadopsi di hampir semua negara, hingga saat ini.

Gusti Nurul, Putri Cantik yang Pernah Tolak Cinta Soekarno

Berbicara mengenai presiden pertama RI, Sukarno, tentu tak bisa dipisahkan dari kisah cintanya dari beberapa wanita. Namun siapa sangka, cinta Sukarno pada seorang wanita pernah ditolak. Wanita yang menolaknya itu bernama Gusti Nurul.

Gusti Raden Ayu (G.R.Ay) Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Kusumawardhani atau lebih dikenal dengan nama Gusti Nurul adalah seorang puteri kerajaan di pemerintahan Mangkunegaran yang lahir di Istana Mangkunegaran pada 17 September 1921.

Dikutip dari Detik.com dan berbagai sumber lainnya, kisah seorang putri cantik yang berprinsip serta hidupnya yang sederhana ini menyita perhatian khalayak umum. Meski telah berpulang di usia 94 tahun pada tahun 2015 lalu, Gusti Nurul tetap menjadi primadona di hati masyarakat Indonesia. Pasalnya, ketegasan prinsip hidupnya yang sungguh berani kala itu, sebagai putri keraton ia bertekad memilih hidup dengan prinsip antipoligami.

Dalam potongan kisah biografi Gusti Nurul dalam sebuah buku berjudul “Gusti Noeroel Mengejar Kebahagiaan” yang ditulis oleh Ully Hermono, kisah sang putri cantik jelita ini bermula ketika usianya menginjak 20 tahun.

Pada zaman itu, usia 20 tahun sudah dianggap tua. Namun, Gusti Nurul belum juga dipersunting siapapun. Wanita yang dijuluki sebagai ‘De Bloem van Mangkunegaran’ atau ‘Kembang dari Mangkunegaran’ oleh Ratu Belanda ini dianggap hidup melampaui zamannya.

Gusti Nurul adalah sosok wanita keraton yang memiliki hobi berbeda dari zamannya kala itu. Gusti Nurul sangat menyukai bermain tenis dan berkuda, bahkan ia juga sangat suka bermain ski es. Padahal, di zamannya dahulu, hal ini adalah tabu di lakukan oleh seorang wanita, apalagi keturunan keraton.
Ternyata, kecantikan dan kecerdasannya mampu menghipnotis banyak pria. Sepanjang sejarah Indonesia, mungkin hanya satu wanita yang pernah dicintai oleh banyak pria berkelas, yaitu Gusti Nurul. Bagaimana tidak, wanita tercantik di awal berdirinya Republik Indonesia ini pernah ditaksir oleh presiden, perdana menteri, komandan TNI AD dan seorang Sri Sultan sekaligus.

Presiden Sukarno, Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Sultan Hamengkubuwono IX hingga Komandan TNI AD Pangeran Djatikusumo telah dibuat terpesona oleh kecantikan dan keanggunan sang puteri keraton. Namun sayang, semua cinta mereka ditolak oleh Gusti Nurul.

“Sayangnya aku tak bisa menerima cinta mereka. Penyebabnya hanya satu aku tak mau dimadu. Itu sudah menjadi tekadku,” ungkapnya.

Dalam hal hubungannya dengan Bung Karno, Gusti Nurul memang tak pernah mendengar langsung ungkapan isi hati Bung Karno, namun ia mengaku pernah mendengar ungkapan isi hati Bung Karno dari istrinya, Hartini. Bahkan, Presiden RI pertama ini pernah meminta Basuki Abdullah untuk melukis paras Gusti Nurul untuk dipajang di kamar kerja Presiden di Istana Cipanas.

“Seandainya pun dulu ia langsung melamarku, problemnya akan sama dengan yang dihadapi Sutan Sjahrir. Sebagai tokoh PNI, tak mungkin ia menikah denganku. Dan yang terpenting aku tidak mau dimadu. Yah, ia memang bukan jodohku,” kata Gusti Nurul.

Belum juga memiliki pasangan karena banyak yang ditolak, membuat orang-orang di sekitar Gusti Nurul gelisah lantaran usia Gusti Nurul hampir menginjak 30 tahun. Ibunda dari Gusti Nurul akhirnya meminta puterinya agar melakukan tradisi tirakat mutih. Tradisi yang hanya makan nasi putih dan air putih selama tiga hari berturut-turut yang biasa di lakukan keraton Jawa.

Meski sebenarnya tak ingin, namun Gusti Nurul tetap menuruti permintaan ibundanya. Saat tirakat mutih, Gusti Nurul berdoa sangat khusyu untuk diberikan petunjuk jodohnya. Saat itu, akhirnya Gusti Nurul mendapat mimpi, ia melihat tiga pria yang dikenalnya dengan baik.

Tak hanya bermimpi bertemu dengan tiga pria yang selama ini dikenalnya karena masih dalam kerabatnya, Gusti Nurul juga bermimpi melihat ayam jago yang gagah dan memiliki bulu yang bagus serta cakar yang bersih.

Hingga akhirnya, pada 24 Maret 1951, saat usianya 30 tahun, Gusti Nurul menemukan sosok yang tepat untuk dinikahinya, yakni Raden Mas Surjosularso yang merupakan sepupunya.

Saat itu, status RM Surjosularso adalah duda beranak. Mungkin ini maksud dari mimpi Gusti Nurul saat menjalani tirakat mutih.

Suaminya saat itu bukan seorang yang berpengaruh. Suami Gusti Nurul ini menjabat sebagai Komandan Pusenkav di Bandung. RM Surjosularso dikenal sebagai sosok perwira yang sederhana dan tanpa ambisi mengejar jabatan.

Gusti Nurul juga tak mengerti mengapa banyak pria hingga tokoh penting Indonesia menyukainya. Gusti Nurul bahkan merasa dirinya hanya seorang wanita biasa seperti wanita lainnya.

Dari suaminya, Gusti Nurul dikaruniai 7 orang anak. Kini, saat ia berpulang, ia juga meninggalkan 14 cucu dan 1 cicit.

Heboh !! Para Ilmuan Temukan 2.000 Spiral Emas Kuno. Ternyata Fungsinya..

Sebanyak 2000 keping spiral emas ditemukan oleh para ilmuwan di sekitar penggalian Boeslunde dan menamainya “Golden Enigma”. Semua spiral itu terbuat dari emas yang sangat murni dan ditempa dalam filamen tunggal setebal 0,1 mil.

Ada berbagai macam ukuran dari emas-emas itu, bahkan ada yang sampai 3 sentimeter dengan berat 200-300 gram. Beberapa peneliti meyakini potongan emas itu digunakan untuk ritual dan pengorbanan untuk matahari.

"Matahari adalah salah satu simbol paling suci dari Zaman Perunggu dan emas memiliki arti khusus saat itu karena dikaitkan dengan sihir," kata Flemming Kaul, kurator Museum Nasional Denmark seperti dilansir dari Ancientcode, Rabu (22/02/2017).

Penemuan tersebut telah membuat Denmark menjadi salah satu sumber situs arkeologi yang sangat penting. Bagaimanapun peneliti sampai kini hanya bisa menebak-nebak kegunaan spiral tersebut. Terlebih, bagaimana mungkin manusia purba mampu menciptakan spiral sempurna seperti itu?

"Spiral itu bisa saja dijalin pada rambut atau pinggiran kain tapi bisa juga hiasan pada topi atau payung. Faktanya adalah bahwa kita tidak tahu. Tapi saya percaya itu bagian dari kostum raja atau pemuka agama," ujar Kaul lagi.

5 Peristiwa Besar Sejarah yang Disebabkan Karena Kesalahan Sepele

Pernahkah kamu mendengar teori Efek Kupu-kupu (Butterfly Effect)? Teori Efek Kupu-kupu berpendapat mengenai perubahan kecil di suatu tempat dapat memengaruhi kejadian besar di tempat lain. Meski masih berupa teori, nyatanya sudah banyak kejadian yang membuktikan adanya Efek Kupu-kupu ini, seperti kejadian besar gara-gara hal sepele.

Berikut adalah 5 kesalahan sepele yang menyebabkan peristiwa besar dalam sejarah.

1. Titanic tenggelam gara-gara kunci hilang

Sampai saat ini, banyak kesaksian yang dipaparkan atas tragedi tenggelamnya kapal terbesar di masanya itu. Namun dari sekian banyak kesaksian, ada satu cerita ironis yang dipaparkan oleh salah satu korban yang selamat. Fred Fleet adalah seorang kru kapal yang bertugas memantau gunung es.

Sebelum Titanic tenggelam, ternyata ia tak bisa mengambil teropongnya yang terkunci. Freed tak bisa menemukan di mana kunci itu seharusnya. Ia bahkan bersaksi, jika kunci itu ada, Titanic tak akan tenggelam. Ternyata sebelum kapal berlayar, orang yang bertanggung jawab terhadap Titanic, David Blair, digantikan dengan orang lain. Dan kunci tersebut masih berada di dalam saku David yang lupa menyerahkannya.

2. Runtuhnya tembok Berlin karena pembacaan pidato yang tidak benar

Sebelum menjadi kesatuan seperti sekarang, Jerman terpecah menjadi dua, yaitu Jerman Timur dan Jerman Barat dengan Tembok Berlin sebagai pemisah. Suatu saat, pemerintah Jerman Timur ingin memberi sedikit kelonggaran kunjungan ke Jerman Barat. Seorang pejabat beranma Gunter Schabowski ditugaskan untuk menginfokan hal tersebut.

Pada tanggal 9 November 1989, Gunter diserahi kertas pidato yang tak ia baca dengan teliti. Isinya panjang dan membosankan. Namun orang-orang mulai awas saat mendengar soal pelonggaran aturan mengunjungi Jerman Barat. Beberapa wartawan yang awalnya bengong karena pidato yang panjang mengira kebebasan mengunjungi Jerman Barat akan dilakukan seluruhnya.

Saat orang-orang bertanya kapan aturan itu berlaku, Gunter yang tak membaca pidatonya dengan benar tak bisa menemukan tanggal yang pasti. Namun karena tak ingin malu di depan pers, ia bergumam “Segera!” Media heboh dengan berita kebebasan mengunjungi Jerman Barat. Saking ricuhnya, massa akhirnya meruntuhkan Tembok Berlin yang terkenal itu.

3. Perang Dunia I karena salah belok

Sebagaimana yang diketahui, salah satu penyebab meletusnya PD I yakni terbunuhnya Archduke Franz Ferdinand dari Austria serta istrinya. Tewasnya Franz Ferdinand menyebabkan bentrokan diplomatik yang berujung pada perang.

Pada hari yang bersejarah itu, dua upaya pembunuhan dilakukan. Usaha pertama gagal karena sopir Franz berhasil menghindar sebelum bom yang dilempar pembunuh meledak. Franz dan istrinya selamat meski banyak korban yang berjatuhan.

Franz kemudian ingin menemui para korban. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit, sang sopir salah belok. Dalam sebuah toko di jalan yang dipilih si sopir ternyata ada seorang pembunuh. Melihat mobil Franz, sang pembunuh melepaskan dua tembakan yang menyebabkan Franz serta istrinya tewas. PD I pun meletus.

4. Kitab suci dijuluki Kitab pendosa gara-gara kurang satu huruf

Wicked Bible atau Kitab Pendosa merupakan Alkitab yang diterbitkan kerajaan London, Robert Barker, dan Martin Lucas pada tahun 1631. Awalnya, Alkitab tersebut dimaksudkan untuk menjadi cetakan ulang King James Bible. Namun, pada surat Exodus 20: 14, di bagian Ten Commandements, terdapat kesalahan cetak berupa kata ‘not’ yang ketinggalan.

Dalam Al-kitab seharusnya tercetak “Thou Shalt Not Commit Adultery” atau Jangan Berzina, hanya tercetak Thou Shalt Commit Adultery. Setahun berikutnya, karena kesalahan tersebut penerbit alkitab didenda dan dicabut izinnya. Sebagian besar eksemplar ditarik dan dibakar.

5. Normandia direbut Sekutu gara-gara hari ulang tahun

Awal mulanya, komandan Erwin Rommel ditugaskan untuk menjaga Normandia, garis pantai Prancis. Namun ia yakin kalau serangan musuh tidak akan terjadi mengingat cuaca yang buruk. Maka ia pun memutuskan pulang ke rumah untuk merayakan ulang tahun istrinya. Tak lupa, ia mengajak beberapa perwira yang lain. Tak disangka, ternyata pada tanggal 6 Juni 1944, tepat saat istri sang komandan berulang tahun, sekutu menyerang. Saat Erwin kembali, semua pantai telah direbut oleh tentara sekutu.

Tak hanya itu, pada saat perang terjadi tentara Jerman ingin menggunakan Tank Panzer untuk menyerang sekutu. Mereka menghubungi Hitler untuk meminta persetujuan. Sayangnya, Hitler tengah tidur dan tak ada yang berani membangunkannya. Jadilah Jerman gagal mempertahankan Normandia.

Selasa, 21 Februari 2017

Mengagumkan! Alunan Gamelan Jawa Bikin Korea Lupakan K-Pop

Meski K-Pop terus membahana di seantero jagad, namun gamelan jawa mampu menembus jantung estetika warga Korea.

Senin malam, 20 Februari 2017, grup gamelan yang terdiri dari anak-anak muda alumni ISI Surakarta tampil dalam sebuah konser berdurasi satu jam di Korea Foundation Gallery. Membawakan tembang Jawa dan lagu rakyat Korea, penampilan Swara Gangsa memukau sekitar 180 orang penonton publik negeri K-Pop yang memenuhi ruangan galeri yang dijadikan tempat pertujukan gamelan tersebut.

Tarian lemah gemulai dan terkesan magis itu tiba-tiba membawa suasana ruang pertunjukan ke masa-masa pra kemerdekaan negeri Ginseng. Aneka mantera yang diucapkan pemain gamelan seolah mengantarkan para penonton ke sebuah pusat peribadatan masa lalu.

Semua terangkai dengan apik dan tertata dibawah ulikan "Swara Gangsa" asal Solo.
Tidak seorang penonton pun terlihat beranjak dari tempat duduknya hingga akhir pertunjukan. Semua takzim mendengar keagungan budaya tanah Jawa.

Di penghujung musim dingin dengan temperatur masih di bawah 0 derajat celsius, grup Swara Gangsa yang membawakan tujuh lagu dan dua tarian, mendapatkan sambutan hangat. Apalagi, meski kelompok gamelan, mereka secara  khusus  juga membawakan lagu rakyat Korea, seperti Doraji, Neoyeong Nayeong dan Arirang.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik Korea bahwa selain untuk mengiringi lagu-lagu tradisional Jawa, gamelan juga dapat mengiringi lagu tradisional Korea,”  kata Ji-tae Chung, satu-satunya orang Korea diantara sebelas orang anggota grup gamelan Swara Gangsa.

Tertarik dengan suara magis yang keluar dari setiap instrumen gamelan milik KBRI Seoul ini, selesai pertunjukan para penonton tak langsung pulang. Mereka meminta dijelaskan nama dan karakteristik suara yang dihasilkan setiap instrumen.

“Suara gamelan dan penyanyinya (sinden) sangat luar biasa dan unik,” ujar Mrs. Yun Geum Jin, Executive Vice President Korea Foundation, yang mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan gamelan.

Dalam misi budayanya di Korea, selain tampil di Korea Foundation Gallery, grup Swara Gangsa juga tampil memukau penonton di Ansan Art Center. Tampil dua kali di depan sekitar 700 penonton yang memenuhi Dulmaji Hall, grup gamelan Swara Gangsa membawakan komposisi klasik mengiringi tari Gambyong Mudhatama dan komposisi kolaborasi berjudul “Floating Out to Sea” bersama grup Ansan Korean Music Orchestra.

Pertunjukan gamelan oleh Swara Gangsa di negeri Ginseng ini merupakan bentuk promosi pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea yang diinisiasi oleh KBRI Seoul, Ansan Korean Music Orchestra dan Korea Foundation.

KBRI Seoul memanfaatkan event tersebut dengan juga mempromosikan kopi Indonesia dan destinasi pariwisata Indonesia.

Inilah daftar Pemain Indonesia yang Pernah atau Sedang Bermain di Eropa

Benua biru atau Eropa adalah tempat impian bagi para pesepakbola di seluruh dunia tak terkecuali pemain asal Indonesia.

Tapi sejauh ini, baru sedikit yang benar-benar bisa berkarier di sana. Siapa saja?

Berikut adalah daftar pemain Indonesia yang pernah atau sedang berkarier di Eropa.

1. Kurniawan Dwi Yulianto

Setelah menjalani satu musim bersama tim PSSI Primavera di ajang Serie-C2, nama Kurniawan langsung mencuri perhatian banyak klub Eropa. Namun, Sampdoria sebagai 'guru' lah yang berhak mendapatkan jasanya. Tapi belum berhasil mencatatkan debut bersama Sampdoria, pemain berjuluk 'Kurus' itu dipinjamkan ke salah satu klub kasta tertinggi Swiss, FC Luzern.

Bersama Luzern lah Kurniawan mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di kompetisi level tertinggi Eropa.

Menariknya, Kurniawan juga berhasil mencatatkan namanya sebagai orang Indonesia pertama yang mencetak gol di kompetisi Eropa.

2. Kurnia Sandy

Sama dengan Kurniawan, lewat PSSI Primavera, Kurnia Sandy juga mampu mencuri perhatian klub tempatnya berguru kala itu, Sampdoria.

Hebatnya, sang kiper pun mendapat kontrak resmi untuk memperkuat II Samp pada musim 1996/97 di bawah asuhan Sven-Goran Eriksson. Sayang kala itu mantan kiper timnas Indonesia ini hanya menjadi kiper keempat dan tak pernah bermain di kompetisi resmi untuk Sampdoria.

3. Bima Sakti

Berbeda dengan dua rekannya yang lain, Bima Sakti bersama PSSI primavera justru berhasil mencuri perhatian klub dari luar Italia. Adalah klub asal Swedia, Helsinborg IF, yang mampu mencium bakat gelandang enerjik ini pada musim 1995/96.

Namun sayangnya karier Bima Sakti di negeri Zlatan Ibrahimovic itu tak berlangsung lama. Dirinya hanya bertahan semusim dan kemudian kembali pulang ke Indonesia untuk juga memperkuat Pelita Jaya.

4. Arthur Irawan

Nama Arthur Irawan mencuat setelah pada 2011 dirinya menandatangani kontrak resmi untuk memperkuat klub Spanyol, Espanyol B.

Kala itu, Arthur menjadi satu-satunya pemain asli Indonesia yang bermain di kompetisi Eropa. Mencatatkan delapan penampilan bersama Espanyol B, pada musim 2013/14 Arthur kemudian hengkang ke klub Spanyol lain, Malaga B.

Namun di Malaga B, pemain kelahiran Surabaya ini juga hanya bertahan satu musim hingga kemudian pada awal musim 2014/15 Arthur hengkang ke Belgia setelah dipinang Waasland-Beveren.

5. Alfin Tuasalamony

Pada musim 2011/12 ketika usianya belum genap 20 tahun, Alfin Tuasalamony telah bermain secara kompetitif di Eropa. Bersama klub CS Vise yang kala itu dimiliki oleh salah satu pengusaha asal Indonesia, Alfin menjadi bek kanan andalan klub tersebut di divisi 2 Liga Belgia.

Total pemain asal Maluku itu mencatatkan 20 penampilan dan satu gol di musim perdananya itu. Pada musim berikutnya atau musim 2012/13, Alfin berhasil mencatatkan 29 penampilan namun tak mampu kembali mencetak gol.

6. Irfan Bachdim

Seperti diketahui, Irfan Bachdim adalah pemain Indonesia yang memulai karier sepakbola di negeri kelahirannya, Belanda. Memulai karier dari tim junior Ajax dan Utrecht, Irfan mencatatkan penampilan kompetitifnya bersama Utrecht di Eredivisie pada 17 Februari 2008 menghadapi VVV-Venlo dimana ia bermain 90 menit kala itu.

Satu musim berselang, Irfan bergabung dengan klub yang berlaga di Eerste Divisie (divisi 2 Belanda), HFC Haarlem. Pada musim 2009/10 total 12 penampilan plus satu gol dan satu asssist dicetak Bachdim untuk klub tersebut.

7. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly saat ini menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang terus konsisten bermain kompetitif di kompetisi domestik Eropa. Saat ini, Lilipaly bermain untuk klub divisi 2 Belanda atau Eerste Divisie, yakni SC Telstar.

Sama seperti Irfan Bachdim, Stefano juga merupakan pemain yang memulai karier sepak bola di tanah kelahirannya, Belanda. Perlu diketahui, pemain naturalisasi Indonesia ini merupakan produk tim junior AZ Alkmaar dan FC Utrecht.

8. Yussa Nugraha

Yussa saat ini menjadi salah satu pemuda harapan bangsa yang baru memulai karier bermain di Eropa. Sejak tahun 2015 lalu, pemuda asal Solo ini bermain untuk klub junior Feyenoord di bawah usia 15 tahun atau kerap disebut Feyenoord C1. Selama semusim pada musim 2015/16 lalu, Yussa sukses menunjukkan penampilan gemilang bersama Feyenoord C1 di salah satu kompetisi junior di Belanda.

Bahkan Yussa tercatat sebagai top-skorer di klubnya karena sepanjang musim dirinya sukses mencetak 18 gol dan 13 assist dari 33 pertandingan di seluruh ajang.