Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 April 2017

5 Pengkhianat Terbesar Di Sepakbola

Seorang pemain pindah ke klub lain adalah hal yang biasa di sepak bola. Namun, masalah timbul ketika ada pemain yang pindah ke rival tim mereka sebelumnya. Pemain tersebut akan dicap sebagai pengkhianat.
Roberto Baggio misalnya. Baggio adalah ikon Fiorentina. Ketika sang pemain memutuskan pindah ke Juventus pada 1990, fans Fiorentina mengamuk.

Mereka turun ke jalan melakukan protes hingga akhirnya terjadi bentrokan dengan aparat. Beberapa orang terluka karena insiden itu.
Selain Baggio, masih ada beberapa pemain lain yang jadi pengkhianat terbesar di sepak bola. Siapa saja mereka?

Berikut lima pengkhianat terbesar di sepak bola.

1. Ashley Cole (Arsenal ke Chelsea)

Cole masuk sejarah Arsenal ketika mengantar klub itu juara Liga Inggris pada 2004 dengan rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Namun, selang dua tahun, ia jadi sosok yang paling dibenci fans The Gunners karena pindah ke rival sekota Chelsea.
Tujuan Cole pindah saat itu adalah gaji selangit yang ditawarkan The Blues. Fans Arsenal pun memberi Cole julukan 'Cashley'.

2. Luis Enrique (Real Madrid ke Barcelona)

Enrique membela Madrid selama lima tahun. Ia juga mengantar klub itu menjuarai La Liga dan Copa del Rey. Setelah kontraknya habis, Enrique memilih pindah ke Barcelona.
Hal ini membuat fans Madrid naik pitam. Sebaliknya, fans Barcelona menerima Enrique dengan tangan terbuka. Enrique akhirnya jadi legenda Camp Nou setelah menyumbangkan dua gelar La Liga sebagai pemain dan kini jadi pelatih Azulgrana yang sukses.

3. Carlos Tevez (Manchester United ke Manchester City)

Tevez membela MU selama dua musim dan mengantar klub itu meraih enam gelar, termasuk Liga Champions. MU kemudian menawarkan kontrak lima tahun kepada Tevez.
Namun, pemain asal Argentina itu menolaknya. Ia malah memilih pindah ke Manchester City. Tevez membuat kemarahan fans Setan Merah semakin besar dengan sikapnya yang sering menyindir Manajer legendaris MU Sir Alex Ferguson.

4. Sol Campbell (Tottenham ke Arsenal)

Pada 2001, salah satu bek terbaik Inggris Sol Campbell mendapat julukan Yudas, setelah ia nekat pindah dari Tottenham Hotspur ke rival sekota Arsenal. Hal ini benar-benar membuat fans Tottenham sakit hati.
Campbell adalah pemain binaan asli akademi Tottenham. Ia juga adalah ikon dan kapten klub yang bermarkas di White Hart Lane tersebut. Hingga sekarang, fans Tottenham masih membenci Campbell.

5. Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid)

Bicara pengkhianat terbesar di sepak bola, maka Luis Figo jadi juaranya. Ketika memutuskan meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2000, fans Barcelona di seluruh dunia benar-benar murka.
Saking marahnya, ketika Figo kembali ke Camp Nou dengan seragam Real Madrid, pemain asal Portugal itu mendapat provokasi luar biasa. Ia dilempari botol sampai kepala babi.

Selasa, 21 Februari 2017

Inilah daftar Pemain Indonesia yang Pernah atau Sedang Bermain di Eropa

Benua biru atau Eropa adalah tempat impian bagi para pesepakbola di seluruh dunia tak terkecuali pemain asal Indonesia.

Tapi sejauh ini, baru sedikit yang benar-benar bisa berkarier di sana. Siapa saja?

Berikut adalah daftar pemain Indonesia yang pernah atau sedang berkarier di Eropa.

1. Kurniawan Dwi Yulianto

Setelah menjalani satu musim bersama tim PSSI Primavera di ajang Serie-C2, nama Kurniawan langsung mencuri perhatian banyak klub Eropa. Namun, Sampdoria sebagai 'guru' lah yang berhak mendapatkan jasanya. Tapi belum berhasil mencatatkan debut bersama Sampdoria, pemain berjuluk 'Kurus' itu dipinjamkan ke salah satu klub kasta tertinggi Swiss, FC Luzern.

Bersama Luzern lah Kurniawan mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di kompetisi level tertinggi Eropa.

Menariknya, Kurniawan juga berhasil mencatatkan namanya sebagai orang Indonesia pertama yang mencetak gol di kompetisi Eropa.

2. Kurnia Sandy

Sama dengan Kurniawan, lewat PSSI Primavera, Kurnia Sandy juga mampu mencuri perhatian klub tempatnya berguru kala itu, Sampdoria.

Hebatnya, sang kiper pun mendapat kontrak resmi untuk memperkuat II Samp pada musim 1996/97 di bawah asuhan Sven-Goran Eriksson. Sayang kala itu mantan kiper timnas Indonesia ini hanya menjadi kiper keempat dan tak pernah bermain di kompetisi resmi untuk Sampdoria.

3. Bima Sakti

Berbeda dengan dua rekannya yang lain, Bima Sakti bersama PSSI primavera justru berhasil mencuri perhatian klub dari luar Italia. Adalah klub asal Swedia, Helsinborg IF, yang mampu mencium bakat gelandang enerjik ini pada musim 1995/96.

Namun sayangnya karier Bima Sakti di negeri Zlatan Ibrahimovic itu tak berlangsung lama. Dirinya hanya bertahan semusim dan kemudian kembali pulang ke Indonesia untuk juga memperkuat Pelita Jaya.

4. Arthur Irawan

Nama Arthur Irawan mencuat setelah pada 2011 dirinya menandatangani kontrak resmi untuk memperkuat klub Spanyol, Espanyol B.

Kala itu, Arthur menjadi satu-satunya pemain asli Indonesia yang bermain di kompetisi Eropa. Mencatatkan delapan penampilan bersama Espanyol B, pada musim 2013/14 Arthur kemudian hengkang ke klub Spanyol lain, Malaga B.

Namun di Malaga B, pemain kelahiran Surabaya ini juga hanya bertahan satu musim hingga kemudian pada awal musim 2014/15 Arthur hengkang ke Belgia setelah dipinang Waasland-Beveren.

5. Alfin Tuasalamony

Pada musim 2011/12 ketika usianya belum genap 20 tahun, Alfin Tuasalamony telah bermain secara kompetitif di Eropa. Bersama klub CS Vise yang kala itu dimiliki oleh salah satu pengusaha asal Indonesia, Alfin menjadi bek kanan andalan klub tersebut di divisi 2 Liga Belgia.

Total pemain asal Maluku itu mencatatkan 20 penampilan dan satu gol di musim perdananya itu. Pada musim berikutnya atau musim 2012/13, Alfin berhasil mencatatkan 29 penampilan namun tak mampu kembali mencetak gol.

6. Irfan Bachdim

Seperti diketahui, Irfan Bachdim adalah pemain Indonesia yang memulai karier sepakbola di negeri kelahirannya, Belanda. Memulai karier dari tim junior Ajax dan Utrecht, Irfan mencatatkan penampilan kompetitifnya bersama Utrecht di Eredivisie pada 17 Februari 2008 menghadapi VVV-Venlo dimana ia bermain 90 menit kala itu.

Satu musim berselang, Irfan bergabung dengan klub yang berlaga di Eerste Divisie (divisi 2 Belanda), HFC Haarlem. Pada musim 2009/10 total 12 penampilan plus satu gol dan satu asssist dicetak Bachdim untuk klub tersebut.

7. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly saat ini menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang terus konsisten bermain kompetitif di kompetisi domestik Eropa. Saat ini, Lilipaly bermain untuk klub divisi 2 Belanda atau Eerste Divisie, yakni SC Telstar.

Sama seperti Irfan Bachdim, Stefano juga merupakan pemain yang memulai karier sepak bola di tanah kelahirannya, Belanda. Perlu diketahui, pemain naturalisasi Indonesia ini merupakan produk tim junior AZ Alkmaar dan FC Utrecht.

8. Yussa Nugraha

Yussa saat ini menjadi salah satu pemuda harapan bangsa yang baru memulai karier bermain di Eropa. Sejak tahun 2015 lalu, pemuda asal Solo ini bermain untuk klub junior Feyenoord di bawah usia 15 tahun atau kerap disebut Feyenoord C1. Selama semusim pada musim 2015/16 lalu, Yussa sukses menunjukkan penampilan gemilang bersama Feyenoord C1 di salah satu kompetisi junior di Belanda.

Bahkan Yussa tercatat sebagai top-skorer di klubnya karena sepanjang musim dirinya sukses mencetak 18 gol dan 13 assist dari 33 pertandingan di seluruh ajang.

5 Pembelian Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa

Real Madrid adalah klub yang kerap melakukan pilihan bagus soal transfer pemain. Meski terkesan menghambur-hamburkan uang, tak sedikit transfer yang mereka lakukan justru membawa kesuksesan.

Julukan Los Galaticos pun tak lepas dari kebijakan Real Madrid yang kerap mendatangkan pemain bintang. Dalam satu dekade terakhir, tak terhitung sudah berapa uang yang sudah mereka keluarkan untuk membeli pemain.
Namun, kebijakan tersebut tak sia-sia. Pasalnya, Los Blancos tetap meraih banyak trofi berkat kekuatan uang mereka. Bukti paling nyata adalah status Madrid sebagai pengoleksi terbanyak gelar Liga Champions, yakni 11 trofi.
Selama itu pula ada beberapa pemain masuk dalam kategori pembelian terbaik yang pernah dilakukan Real Madrid.

Berikut daftar lima pemain yang dianggap layak masuk daftar tersebut:

5. Zinedine Zidane

Zidane mungkin menjadi salah satu sosok yang paling beruntung dalam sejarah Madrid. Saat ini ia tengah mengukir kesuksesan sebagai pelatih. Sebelumnya, ia juga mencapai puncak kejayaannya bersama Madrid sebagai pemain.

Los Merengues merekrut Zidane dari Juventus pada Agustus 2001 dengan biaya 62,48 juta pounds. Alasan di balik tingginya nilai Zidane karena ia mampu memenangkan enam gelar bersama I Bianconeri.
Hebatnya, ia kembali mengulang kesuksesan bersama Madrid. Kontribusi Zidane buat Madrid saat itu adalah satu gelar Liga Spanyol, dua Piala Super, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Interkontinental.
Secara keseluruhan, Zidane tampil dalam 235 pertandingan Madrid. Ia sukses menceploskan 49 gol dan menciptakan 57 assist. Tak hanya dikenal karena perannya sebagai gelandang, ia juga seakan memiliki keahlian untuk mengeluarkan performa terbaik dari rekan-rekannya.

4. Claude Makelele

Banyak yang bertanya-tanya soal keputusan Madrid yang menjual Makelele pada musim panas 2003 ke Chelsea. Salah satu sosok yang mengkritik kebijakan Madrid adalah Zidane sendiri.

Claude Makelele menjadi gelandang bertahan terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid.

"Mengapa Anda menempatkan lapisan emas pada Bentley saat Anda kehilangan seluruh mesin?" kata Zidane saat itu.

Pernyataan Zidane menjadi bukti betapa pentingnya peran Makelele dalam skuat Madrid.
Makelele menjalani petualangan bersama Madrid sejak direkrut dari Celta Vigo pada Juli 2000. Meski hanya tiga tahun, Makelele menunjukkan bahwa dirinya adalah gelandang bertahan terbaik yang pernah dimiliki Madrid.
Ia memiliki kelebihan dalam menyapu serangan lawan. Berkat Makelele pula gelandang bertahan menjadi peran yang sangat istimewa dalam sebuah tim. Ketika Makelele pergi, Madrid kesulitan menemukan pengganti yang sepadan.

3. Cristiano Ronaldo

Tak akan lengkap jika tak menyertakan nama Ronaldo dalam daftar ini. Meski menjadi salah satu pembelian termahal, Ronaldo juga menjadi pemain yang tersukses Madrid dalam hal pencapaian pribadi maupun trofi.

Alasan utama Madrid merekrut Ronaldo dari Manchester United (MU) pada musim panas 2009 adalah Lionel Messi. Ya, mereka butuh sosok yang bisa menjadi pesaing kehebatan Messi di Barcelona. Jika melihat aksinya hingga kini, Ronaldo adalah jawaban yang tepat.
Kini, Ronaldo sudah tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Madrid sepanjang masa. Pemain asal Portugal itu sudah mengoleksi 385 gol dari 376 pertandingan. Bersama Madrid pula ia memenangkan tiga trofi Ballon d'Or.
Kontribusi yang paling nyata adalah membawa Los Blancos memenangkan dua gelar Liga Champions, satu Liga Spanyol, dua Copa del Rey, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub. Ronaldo pun masih memiliki banyak waktu untuk menambah pundi-pundi trofinya.

2. Alfredo Di Stefano

Di Stefano bergabung dengan Madrid setelah memperkuat River Plate dan Millonarios. Bersama dua klub tersebut, ia memenangkan enam gelar liga. Usut punya usut, awalnya ia meneken kontrak di Barcelona sebelum ke Madrid pada 1953.

Sempat terjadi perselisihan di antara kedua kubu hingga Federasi Sepak Bola Spanyol turun tangan. Kala itu, PSSI-Spanyol memberikan solusi unik di mana Di Stefano akan bermain di dua klub dalam waktu yang ditentukan.

Pada akhirnya, Barca menarik diri dan membuat Di Stefano berstatus bebas transfer. Madrid pun mendapatkannya tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun. Setelah hijrah, kehebatan pria yang meninggal dunia 7 Juli 2014 tersebut semakin menjadi-jadi.

Dari total 396 pertandingan, Di Stefano mencetak 307 gol. Ia memenangkan delapan gelar La Liga, lima Liga Champions, satu Copa del Rey, dan satu Piala Interkontinental.

1. Luis Figo

Tak bisa dipungkiri, Figo adalah salah satu pembelian paling kontroversial yang pernah dilakukan Madrid. Itu karena Figo bergabung dengan Madrid dari Barcelona. Adalah kecerdikan Florentino Perez yang menjadi kunci di balik kepindahan Figo pada musim panas 2000.

Luis Figo, gelandang sayap asal Portugal itu selama lima musim dari 2000-2001 hingga 2004-2005 mengenakan nomor 10 bersama Los Galacticos.

Saat itu, Madrid harus merogoh kocek hingga 60 juta pounds untuk memboyong Figo yang memenangkan dua gelar Liga Spanyol, dua Copa del Rey, dan satu Piala Super Eropa. Dianggap pengkhianat, suporter Barca pun sampai melempar kepala babi kepada Figo saat Madrid tampil di Camp Nou.

Terlepas dari hal itu, perjuangan Perez tak sia-sia karena Figo mampu menunjukkan kegemilangannya di Santiago Bernabeu. Ia tampil dalam 253 laga, mencetak 61 gol, dan mengemas 43 assist.
Kontribusinya menghasilkan dua gelar Liga Spanyol, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Interkontinental. Ia harus berpisah dengan Madrid ketika dijual ke Inter Milan pada musim panas 2005.

Inilah Tim Sepakbola Paling Kontroversial Dan Dibenci di Indonesia

Indonesia dikenal luas sebagai negara dengan masyarakatnya yang menggilai sepakbola. Dari berbagai generasi ke generasi olahraga ini selalu menjadi favorit di tanah air. Meskipun kisruh terus melanda sepakbola Indonesia, namun hal tersebut tak menyurutkan minat untuk menonton sepakbola.

Sepanjang sejarahnya, telah banyak kejadian tak terlupakan dari keberhasilan meraih prestasi sampai skandal yang penuh kontroversi. Ya, kontroversi memang tak pernah lepas dari bayang-bayang sepakbola Indonesia, baik itu dari segi klub maupun federasi alias PSSI.

Kontroversi yang sudah tak terhitung lagi kemudian memunculkan tim yang dibenci sebagian kalangan. Kebencian ini tidak hanya karena faktor rival belaka, melainkan karena ada suatu momen yang membuat tim tersebut dibenci banyak orang.

Berikut ini adalah daftar tim yang paling dibenci di Indonesia. Sahabat boleh sepaham atau tidak karena tulisan ini murni opini penulis berdasarkan fakta yang telah terjadi.

1. Timnas Pra Olimpiade 1988

Dua tahun pasca kejadian nyaris lolos ke Piala Dunia di Meksiko, Indonesia telah menyiapkan tim untuk mengikuti ajang Pra Olimpiade 1988. Diharapkan semangat nyaris lolos tersebut kembali menular pada tim ini.

Alih-alih meraih prestasi, justru kontroversi yang menyelimuti timnas Indonesia. Empat pemain andalan terlibat kasus suap saat berada di Tokyo dan Hongkong. Mereka adalah Noach Maryen, Elly Idris, Bambang Nurdiansyah, dan Louis Mahodim.

Peristiwa ini langsung memancing emosi seluruh masyarakat Indonesia. Di saat Indonesia sedang berada pada generasi emas, keempat pemain tersebut justru melakukan tindakan bodoh yang tak hanya memalukan diri sendiri tetapi juga sepakbola Indonesia.

2. Persebaya Surabaya (1987)

Stadion Gelora 10 November menjadi saksi bisu blunder yang dilakukan tuannya sendiri, yakni Persebaya Surabaya. Dalam pertandingan melawan Persipura Jayapura pada tahun 1987, Persebaya yang dikomandoi H. Agil Ali memilih untuk bermain sepakbola gajah. Gawang mereka rela dijebol sebanyak 12 kali tanpa memberikan perlawanan berarti.

Usut punya usut, ternyata tindakan tersebut demi menjebloskan PSIS Semarang ke jurang degradasi. Sebagaimana diketahui, pada saat itu PSIS Semarang merupakan tim yang ditakuti klub-klub lain.

Tindakan sepakbola gajah ini membuat PSSI memberikan sanksi tegas untuk tim asal Jawa Timur tersebut. Bahkan Bonek Mania yang notabene fans mereka sendiri juga mengecam aksi memalukan yang menghilangkan harga diri tim Persebaya Surabaya.

3. Timnas Indonesia (Piala Tiger 1998)

Timnas Indonesia bermain apik dalam gelaran Piala Tiger 1998. Timnas kita berhasil lolos bersama Thailand dan akan bertemu wakil dari grup B, yakni Singapura dan Vietnam. Khusus untuk nama terakhir secara mengejutkan justru menjadi runner up yang membuat Indonesia dan Thailand ‘ogah’ menjadi juara grup A.

Pada pertandingan terakhir grup A, baik Indonesia maupun Thailand sama-sama tidak mau menang dan cenderung bermain malas-malasan. Puncaknya terjadi pada menit-menit akhir ketika Mursyid Efendi dengan sengaja mencetak gol ke gawangnya sendiri.

Insiden ini jelas mencoreng nilai sportifitas dan membuat nama Indonesia di kancah internasional memburuk. Indonesia memang ‘berhasil’ menghindari Vietnam di babak semifinal. Namun seolah terkena karma, baik Indonesia maupun Thailand sama-sama gagal lolos ke partai final.

Hingga saat ini tidak ada yang mengetahui siapa orang yang menyuruh Mursyid Efendi mencetak gol bunuh diri. Sementara itu, mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut dihukum larangan bermain sepakbola untuk timnas seumur hidupnya.

4. Arema Malang (2009/10)

Liga Super Indonesia musim 2009/10 tidak akan pernah dilupakan bagi Arema maupun Aremania. Ya, pada saat itu klub asal Malang ini berhasil menjadi kampiun. Bersama dengan pelatih Rene Albert, Arema sukses menyingkirkan Persipura dan Persija dalam memperebutkan tahta tertinggi sepakbola Indonesia.

Sayangnya kesuksesan Arema pada saat itu kurang disukai banyak pihak. Apalagi kalau bukan keterlibatan pengurus PSSI di dalam tubuh Arema. Ya, untuk pertama kalinya ada pengurus federasi yang juga mengurusi suatu klub. Menariknya, klub yang bersangkutan kemudian menjadi juara.

Pengurus yang dimaksud adalah Andi Darussalam Tabusala yang notabene merupakan Direktur Badan Liga Indonesia. Selain menjabat sebagai direktur, Andi juga menjadi penasihat Arema.

5. Pelita Jaya (2009/10)

Sudah bukan rahasia lagi kalau Pelita Jaya merupakan klub yang dimiliki keluarga Bakrie. Kekuatan Bakrie kemudian mampu menyelamatkan klub ini dari jeratan degradasi. Jika Anda belum paham, Nirwan Bakrie selaku ketua Pelita Jaya juga menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI.

Kasus ini bermula saat Pelita Jaya, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri menjadi calon kuat degradasi. Persik yang dua kali gagal menyelenggarakan pertandingan melawan Persebaya seharusnya dinyatakan kalah WO dan Persebaya mendapat 3 poin. Dengan begini klub asal Surabaya berpeluang terhindar dari degradasi untuk bermain di pertandingan Play-off.

Anehnya, poin WO tersebut urung dilaksanakan dan PSSI meminta laga antara Persik vs Persebaya dilaksanakan ulang di Palembang. Merasa dikerjai PSSI, Persebaya memilih untuk tidak datang dan berbalik dinyatakan kalah WO.

Persik dan Persebaya akhirnya terdegradasi bersama dengan Persitara. Sementara Pelita Jaya masuk zona Play-off untuk melawan Persiram Raja Ampat. Dan hasilnya, Pelita Jaya menang lewat drama adu penalti untuk bertahan di Liga Super.

6. Persebaya Wisnu Wardhana (2010/2011)

via Tempo.co
Dengan latar belakang pada poin nomor 5, Persebaya yang diketuai Saleh Mukadar memilih untuk menyebrang ke Liga Primer Indonesia (liga saingan ISL). Sementara itu PSSI tidak mau klub legendaris seperti Persebaya hilang begitu saja. Mereka akhirnya membuat Persebaya sendiri dengan mengganti klub Persikubar Kutai Barat.

Persebaya ini diketuai oleh Wisnu Wardhana dan dianggap sebagai anak emas PSSI di kasta kedua Liga Indonesia. Hal ini semakin menguat setelah tim tersebut sering mendapatkan hadiah penalti ketika bermain di kandang sendiri.

Skenario PSSI memecah Persebaya kemudian mendapat protes dari Bonek Mania dengan memilih untuk tidak pernah menonton pertandingan Persebaya versi Wisnu. Bahkan jumlah personil keamanan justru lebih banyak dibandingkan penontonnya.

Kasus pelik yang menimpa Persebaya kemudian terpecahkan setelah pada tahun ini PSSI resmi memutihkan Persebaya ‘asli’ yang bernama Persebaya 1927. Setelah sempat vakum cukup lama, Persebaya akan memulai kiprahnya pada Liga 2.

7. PSS Sleman dan PSIS Semarang (2014)

via Tribunnews.com
Masih segar di ingatan pada pertandingan terakhir grup 1 babak 8 besar Divisi Utama 2014 antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang. Kedua tim sudah dipastikan lolos dan hanya menjalani pertandingan tak menentukan.

Namun siapa pun juara grup 1 dipastikan akan melawan Borneo FC. Kedua tim tidak mau berhadapan dengan tim asal Kalimantan tersebut di babak semifinal. Dan pastinya, jalan sepakbola gajah kembali dipilih.

Pertandingan tersebut berakhir 3-2 untuk kemenangan PSIS. Namun kelima gol merupakan hasil dari bunuh diri. Dan pertandingan berjalan buruk dimana kedua ‘ogah-ogahan’ untuk bermain apalagi menang.

Kedua tim akhirnya didiskualifikasi dan semua yang terlibat dalam pertandingan tersebut mendapatkan sanksi, termasuk perangkat pertandingan dan wasit. Menariknya, satu musim berselang PSS Sleman kembali tampil dan bahkan bermain di pertandingan final TSC 2 melawan PSCS Cilacap.

Selasa, 01 Maret 2016

13 Pemain Sepakbola Terkaya di Dunia

Sepakbola bukan hanya sekedar kalah-menang, strategi, dan skill. Namun sepakbola bisa mengungkap banyak hal, misalnya saja tentang klub awal mereka berkarir ataupun dari sejarah pemain tersebut. Bila mencermati dan menganalisa para pemain sepakbola, jelas sekali Sahabat memiliki idola pemain terbaik yang akan selalu didukung hingga kapanpun. Berbicara tentang pemain sepakbola, maka tidak luput dari gaya hidup para pemain sepakbola yang nyatanya masih menjadi trends terhangat hingga saat ini. Apalagi berhubungan dengan hasil pendapatan mereka. Pernahkah Sahabat berpikir ataupun sekedar ingin tahu tentang gaji pemain terbaik di dunia? Perlu kita ketahui bersama bahwa gaji tinggi itu bukan hanya dari hasil gaji main dalam suatu klub melainkan juga ditambah dengan pendapatan melalui sponsor maupun iklan-iklan yang mereka jalani semasa jadi pemain.

Baiklah, kira-kira siapa saja pemain sepakbola terkaya di dunia pada tahun 2015 kemarin?

Simak berikut ini beberapa pemain terkaya dan bergaji tinggi pada tahun 2015.

1. Cristiano Ronaldo

Pemain sepakbola terkaya pertama diduduki oleh Cristiano Ronaldo. Dia merupakan pemain sepakbola termahal dunia pada tahun 2015 dengan total pendapatan yang mencapai hingga USD 227,95 juta atau sekitar Rp. 3 triliun. Pemain Real Madrid yang berposisi sebagai Winger ini bisa dibilang sangat sukses di lapangan hijau dengan menyabet gelar Ballon d'Or 2014. Selain itu, CR7 juga banyak membintangi periklanan di beragam produk. Yap, Rasanya sangat sulit bagi para pemain lain untuk mengalahkan kekayaan yang dimiliki oleh se-ekskaliber Cristiano Ronaldo bila berhubungan dengan masalah pendapatan.

2. Lionel Messi

Posisi kedua pemain sepakbola terkaya di dunia adalah si mungil Lionel Messi. Pemain cetusan akademi Barcelona ini mempunyai pendapatan USD 217,1 juta atau berkisar Rp 2,86 triliun. Rival CR7 ini sedang dalam puncak karirnya di Barcelona. Terutama ketika memasuki pada tahun 2015, performanya kian hari kian menonjol dan berhasil mengalahkan Trio BBC dari Real Madrid (Bale-Benzema-Cristiano Ronaldo) dalam urusan produktivitas gol di lapangan hijau.

3. Neymar Jr

Pemain sepakbola terkaya di dunia yang menduduki peringkat ketiga adalah winger milik Barcelona yang berasal Brasil, yaitu Neymar. Neymar masuk dalam nominasi 3 besar pemain terkaya di dunia pada tahun 2015 lalu. Total pendapatannya mencapai USD 146,54 juta atau berkisar Rp 1,93 triliun. Walaupun masih dibilang sangat remaja, tetapi Neymar merupakan seorang pemuda yang berkualitas dalam hal dribling, insting gol, skill olah bola, bahkan di luar lapangan pun pesonanya kerap menjadi uang. Neymar sering sekali menjadi bintang iklan beragam produk olahraga maupun lainnya.

4. Zlatan Ibrahimovic

Masih di pemain bola terkaya di dunia, posisi keempat diduduki oleh Zlatan Ibrahimovic. Berkat skillnya yang luar biasa, dia pantas dijuluki sebagai striker ajaib. Karena sang bomber maut yang satu ini setiap kali merumput di tim-tim elit Eropa, maka ia sering mencetak gol dengan unik dan bahkan menjadi top skor klub. Pemain bola terkaya satu ini pernah berkarir di Malmo FF, Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan saat ini masih aktif di PSG. Selain itu, dia juga dikenal sebagai salah satu pemain yang tidak pernah setia dengan satu klub saja. Berbicara masalah masalah income pendapatannya, maka Zlatan mempunyai income sebesar USD 113,98 juta atau setara Rp 1,5 triliun.

5. Wayne Rooney

Posisi kelima pemain sepakbola terkaya dipegang oleh Wayne Rooney. Saat ini Wazza (sebutan akrab Rooney) menjadi salah satu pemain yang bergaji tertinggi di level Premier League (Liga Inggris). Mungkin saat ini dia tidak lagi menjadi yang terbaik di ranah inggris usai sesosok Harry Kane yang tiba-tiba melejit kepopulerannya bersama Spurs pada musim ini. Tetapi pesona Rooney masih tetap menjadi sosok vital yang cukup berpengaruh di kubu Manchester United dan timnas Inggris. Bukan hanya berpenghasilan di sepakbola saja, namun dia juga menjadi bintang dalam mempromosikan sponsor shirt internasional Chevrolet. Hebatnya lagi, mantan pemain Everton ini mempunyai kegiatan lain bersama sejumlah organisasi di Inggris. Total income pendapatan Wayne Rooney berkisar USD 111,81 juta atau sekitar Rp 1,47 triliun.

6. Ricardo Kaka (Kaka`)

Pemain bola terkaya berikutnya adalah Ricardo Kaka. Penyerang veteran asal Brazil ini tengah bermain untuk Orlando City di MLS. Pada klub tersebutlah mantab bintang AC Milan dan Real Madrid ini dibayar dengan gaji tinggi pada level MLS (Major League Soccer). Dengan Gajinya yang tinggi, kini Kaka masih termasuk dalam 10 pemain bola terkaya di dunia pada tahun 2015, yakni dengan total pendapatan yang mencapai USD 104,21 juta atau setara dengan 1,3 Triliun.

7. Samuel Eto'o

Selanjutnya masih dalam pemain sepakbola terkaya adalah mantan bintang Inter Milan, yaitu Samuel Eto'o. Eto'o merupakan sosok striker yang trengginas di masanya. Selain dikenal dengan kecepatan super ketika dribling, tak dipungkiri bahwa akurasi tendangan dan insting golnya juga sangat tinggi. Bukan rasia umum lagi bila Eto'o sering meraih sukses dengan mantan klub yang dibelanya. Striker veteran yang sudah tidak muda lagi ini, kini bermain di klub Seria A, yaitu Sampdoria. Menurut laporan yang beredar, Eto'o memiliki pendapatan yang mencapai USD 94,99 juta atau bila dikonversi dalam rupiah mencapai Rp. 1,25 triliun.

8. Raul Gonzalez

Pemain sepakbola terkaya berikutnya datang dari bintang veteran Real Madrid, yaitu Raul Gonzalez. Memang saat ini sang pemain sudah tidak aktif lagi di pentas Eropa. Tetapi tahukah Sahabat bahwa mantan striker veteran Real Madrid dan Barcelona ini masih belum habis masa tajinya. Ternyata, saat ini dia masih merumput di New York Cosmos. Menurut kabar yang berkembang, diinformasikan bahwa Raul akan kembali menukangi Real Madrid sebagaistaff kepelatihan seusai pensiun nanti. Pendatapan RaulGonzales mencapai USD 92,27 juta atau berkisar 1,21 triliun.

9. Ronaldinho

Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok si lincah Ronaldinho? Memang masa keemasan sang pemain bintang Brazil ini sudah meredup, namun saat ini dia masi aktif sebagai pemain. Jadi jangan heran bila Ronaldinho Saya list dalam daftar top 10 pemain sepakbola terkaya. Dilaporkan bahwa pendapatan Ronaldinho mencapai USD 90,1 juta atau bekisar 1,18 triliun.

10. Frank Lampard

Pemain sepakbola terkaya berikutnya dalah mantan penggawa the blues Chelsea, yakni Frank Lampard. Sang lagenda hidup mati Chelsea ini kini sedang merumput bersama New York City di MLS. Super Frank pernah mengalami masa-masa sulit ketika dipinjamkan ke Mancester City yang tak lain adalah rival Chelsea. Awalnya Lampard hanya berstatus pinjaman selama setengah musim saja, tetapi sang pemain enggan untuk balik ke MLS di Januari 2015 silam.Akhirnya Frank Lampard terbang ke MLS setelah selesai masa peminjaman dari The Citizen. Menurut laporan yang beredar, pendatan sang pemain veteran ini mencapai USD 86,84juta atau setara degan 1,14 triliun.

11. Bastian Schweinsteiger

Pemain sepakbola terkaya di dunia selanjutnya merupakan seorang gelandang internasional Jerman, yaitu Bastian Schweinsteiger. Ia adalah pemain sepakbola yang menerima pendapatan € 10 juta pada setiap tahun di Bayern Munich sejak 2012. Dan pada awal musim tahun ini Ia di transfer di Mancherster United. Hebatnya lagi, Bastian Schweinsteiger menjadi duta global Adidas serta memiliki kontrak bernilai tinggi dengan Audi selaku mitra Bayern kala itu. Kontrak linnya misalnya Right Guard, keripik Funny-Frisch, Beats oleh Dr. Dre, dan Nivea. Sejak kesuksesannya mengantarkan Jerman Piala Dunia 2014, jelas semakin menambah pundi-pundi kekayaannya. Kekayaan yang didapatkan oleh pemain Manchester United ini adalah sekitar 75 Juta Euro.

12. Rio Ferdinand

Selanjutnya datang dari penggawa center back veteran milik MU, yaitu Rio Ferdinand. Ia sudah menghabiskan karier sepuluh tahun di MU. Namun perlu kita ketahui bahwa yang menjadi faktor utama kekayaannya cepat terdongkrak adalah investasi di luar lapangan yang dilakukannya. Misalnya label musik, restoran-restoran, Rosso, White Chalk, hingga label fashion. Selain itu, Rio Ferdinand menjadi seorang duta untuk Nike, Jaguar Academy of Sport, BT Sport, dan mempunyai properti mewah di Cheshire, London, serta Karibia. Walaupun sudah tidak aktif lagi menjadi pemain bola, namun pendapatan income yang diraih oleh sang pemain ini mencapai 72 Juta Euro.

13. Steven Gerrard

Pemain bola terkaya berikutnya merupakan seorang legenda Liverpool yang sudah tidak asing lagi, yaitu Steven Gerrad.Pada masa di Liverpool, ia meraup gaji sebesar € 9 juta pada tahun terakhir kontraknya serta ditambah dengan separuh nominal tersebut ketika ia bergabung ke LA Galaxy musim ini.Steven Gerrard juga mempunyai kesepakatan dengan produk ternama Adidas, Jaguar,dan Lucozade. Sedangkan perusahaan pribadinya yang diberi nama Steven Gerrard, memiliki aset dengan nilai total € 5,4 juta. Ditambah dia mempunyai 2 properti di Mersey side dengan nilai yang mencapai € 6 juta lebih. Saat ini, pedapatan Steven Gerrard mencapai 64 juta Euro.

Bagaimana, Sahabat? Menakjubkan income pendapatan yang diraih oleh pemain-pemain terbaik di atas, bukan? Demikianlah ulasan tentang 13 pemain sepakbola terkaya di dunia ini, semoga bisa menjadi referensi terbaik bagi Sahabat sekalian. 😉